Rabu, 18 Desember 2013

Aku Pulang Peri Kecilku

Menghitung detik demi detik
Terasa jarum jam berjalan lambat
Aku tak sabar
Ya
Tak sabar berjumpa dengan peri kecilku

Hai peri kecil
Masihkah kau tunggu aku di sana?
Di sudut ruang yang terkunci
Yang kusebut rindu

Aku menunggu saat itu
Saat kita mengulas kembali masa lalu
Dan kita laluinya esok hari
Menggenggam jemarimu lingkari perutku
Tertawa lepas saat kamu mengetuk kepalaku
Atau bergurau kesana kemari saat mengajarimu matematika

Aku ingin ulangi semua
Diwaktu yang tak lama
Hanya selusin hari
Ya hanya selusin hari aku akan di sana
Tunggu aku peri kecilku
Kita nikmati waktu kita menindas rindu
Yang ku tahu
Waktu selalu kalah dengan rindu

Jumat, 13 Desember 2013

Subuh

Pagi memeluk sepi
Sepi yang pekikkan telinga
Sepi yang teriakkan luka

Subuh mengerti
Bungkam perih dengan diri
Kala fajar menjelma jadi lukisan terang
Dan daun pun senyap terbuai belaian

Subuh paham
Paham hadir kita
Hadir yang menghirup lembut kasih
Dan melumat perih

Subuh
Ya subuh
Demi waktumu yang dingin
Demi wajahmu yang gelap semu terang
Ya subuh
Aku tahu engkau
Aku tahu engkau
Ya subuh

Rabu, 04 Desember 2013

- (2)

Kata yang terangkai dalam serambi cinta tertetesi air
Air mata
Air mata rindu yang mendesak memberontak hati yang kuncinya

Mengapa jarak begitu berat?
Ketika kita terhimpit sesak karena waktu yang tentukan

Hei rindu,
Tidak bisakah kamu berhenti menyiksaku?
Temukan kami, aku, dan dia
Dalam temaram rinai senja yang indah

Hei kasih
Tunggulah aku kembali
Di batas yang lekang dalam hati

Jelita hati,
Percayakan aku di sini,
Menggenggam indah janji jemari
Dalam senja yang kita lewati
Dulu
Sekarang
Dan nanti

Senin, 02 Desember 2013

Kusebut Itu Rindu

Kusebut itu rindu
Kala tawamu kini sebatas mimpi

Kusebut itu rindu
Kala waktu yang tentukanku kembali

Kusebut itu rindu
Kala bentang peta membatasi

Kusebut itu rindu
Kala senja kita tak sama kini

Kusebut itu rindu
Kala mata kita tak bersua

Kusebut itu rindu
Kala genggam tangan kini sedang kosong

Kusebut itu rindu
Kala hati Menanti tawamu bukan mimpi
Menanti waktu tuk berlari
Menanti bentang tak ada lagi
Menanti senja yang sama untuk kita nikmati
Menanti mata kita bercanda lagi
Menanti genggam yang kau isi kembali

Aku menyebutnya rindu
Bagaimana denganmu?